Blog Monetizing Part I; Memaksimalkan Paid Review dan Paid Links

Capek menunggu payment dari program Pay-Per-Click (PPC) yang kamu ikuti? Coba saja beralih ke program blog monetizing yang lain. Sekarang ini, blog monetizing yang non-PPC sudah semakin berkembang, bahkan diprediksi akan mengalahkan performa PPC. Kenapa? Selain prosedurnya sederhana, juga bayaran yang didapat dari program non-PPC ini lumayan menggiurkan. Nah, apa saja program blog monetizing non-PPC yang saya direkomendasikan?

Paid Review
Program ini sudah lazim diikuti oleh blogger di Indonesia, apalagi di luar negeri tentunya. Banyak blogger yang hanya berbekal blog dari free hosting seperti blogspot dan wordpress, berhasil mengumpulkan ratusan bahkan ribuan dollar dari program ‘rajin menulis’ ini. Kalau mau tau broker-broker apa saja yang umumnya diikuti dalam program paid review bisa dibaca di sini dan di sini. Ada juga beberapa tips penting yang bisa dibaca di sini.

Paid Links
Menjual link space di blog atau website yang kita miliki, pada beberapa segi, cukup memberi harapan yang meyakinkan. Apalagi jika blog atau situs yang kita punya memiliki ‘kualifikasi’ yang cukup bagus, misalnya Page Rank tinggi (umumnya minimal PR3) dan popularitas di Alexa dan Technoraty yang juga tidak sedikit. Kalo blog atau situs kita sudah bisa dianggap qualified untuk ikut program ini, maka potensi pendapatan kita akan menjadi passive income, artinya dengan tanpa melakukan banyak hal, link akan bisa terjual karena pemasaran pihak broker dan kita dapat bayaran bulanan.

Apa saja broker Paid Links yang bisa kita ikuti? Selain Text Link Ads (TLA) yang sudah terkenal itu, kamu juga bisa mencoba peruntungan di Link Worth, WhyLink, Text Link Brokers, Buy Sell Text Link dan lain sebagainya.

Ada juga beberapa program lain yang menggabungkan konsep paid review dengan text links program, misalnya Matched dan InText TLA. Khusus untuk program InText TLA ini masih sangat baru dan pihak TLA sendiri berusaha ‘merahasiakan’ program ini.

Nah, sekian dulu tutorial sederhana blog monetizing kali ini. Akan ada postingan selanjutnya yang masih akan membahas topik yang satu ini.

Sumber : Astaqauliyah personal blog

Panduang Menyebar Backlink dari cosaaranda

Panduan Menyebar Backlink Melalui Komentar di Blog


Salah satu poin yang dibahas dalam pokok bahasan backlink kemarin adalah penyemaian backlink di berbagai blog melalui fasilitas komentar atau diskusi yang telah disediakan. Tentu di sini kita tidak bisa asal saja berkomentar, karena masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai kita sudah susah payah berkomentar, namun hasilnya nihil. So, simak tips-tips-nya berikut ini.



Garis Besar Haluan Berkomentar


Sebelum menghubungkannya dengan backlink, rambu-rambu berkomentar berikut ini harus Anda pahami sebelumnya:



  • Berkomentarlah sesuai dengan topik artikel yang bersangkutan. Anda juga bisa menanggapi komentar-komentar yang sudah ada sebelumnya, namun sekali lagi, stay focus.

  • Hargai pendapat dari pemilik blog dan orang lain. Tidak semua orang mau menerima komentar yang bersifat negatif (tidak bermaksud menyindir kasus yang baru-baru ini terjadi di dunia blogosphere Indonesia loh ngacir ) dan tidak semua orang dapat menerima komentar yang bernada kasar, apabila yang ditulis menggunakan bahasa monyet sinchan Ingat, komunikasi yang terjadi di sini hanya berupa kata-kata, sehingga segala sesuatunya dapat menjadi bias.

  • Do NOT SPAM! Lah berkomentar tidak sesuai topik saja sebaiknya dihindari, apabila kalau terang-terangan berniat nyepam. Pintar-pintarlah untuk membedakan antara "mengiklankan" dengan "menyarankan / mereferensikan", jangan seperti seorang pembicara seminar (bukan FN kok) yang mengajarkan bahwa mengiklankan produk di blog orang lain bukanlah spam karena di situ kita sedang berkomentar. Cape dehhhh gatau

  • Hindari menyertakan signature yang berupa DAFTAR situs-situs Anda. Pertama, saya risih melihatnya. Kedua, orang lain juga mungkin risih melihatnya. Dan ketiga, apabila ngelirik aja orang sudah risih, boro-boro mereka bakal datang berkunjung ke situs Anda.


Ladang Backlink


Jangankan di luar negeri, dari Indonesia saja jumlah blog sekarang sudah mencapai angka ribuan. Apalagi setelah akhir-akhir ini layanan blog hosting lokal mulai marak. Dari BlogDetik (yang ada mbak Maia-nya) hingga DagDigDug. Nah, kalau sudah begini, kemana harus mencari jawaban hatiku, kemana harus mengadu, hati yang merana, terluka hatiku karenamu, tersiksa hidupku tersiksa, kekasih backlink?


Jika tujuan utama Anda adalah untuk meningkatkan SERP dan PageRank, perbanyaklah berkomentar di artikel atau blog yang topiknya bersesuaian dengan topik blog atau situs yang ingin Anda perbanyak backlinknya. Masih ingat trik mendapatkan backlink dari domain .EDU yang saya tulis beberapa waktu lalu? Kita dapat memodifikasinya untuk mencari blog-blog mana yang setopik dengan blog atau situs kita.


Berikut ini kode querynya:



CODE:






  1. inurl:blog "post a comment" -"comments closed" -"you must be logged in" "topik yang dicari"






Gunakan query di atas pada kotak pencarian Google dan ganti "topik yang dicari" dengan topik situs atau blog Anda. Selanjutnya, dari hasil pencarian yang muncul, tinggal kita pilih blog-blog yang tidak beratribut nofollow (baca diskusi Tentang Backlink untuk mengetahui cara mendeteksi apakah suatu blog beratribut nofollow atau dofollow) dan kemudian meninggalkan jejak di sana.


Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan browser Firefox dan plugin SEOQuake. Dengan kombinasi keduanya, Anda dapat langsung melihat PageRank dan AlexaRank dari setiap halaman yang muncul di daftar hasil pencarian. Mereka juga dapat langsung menandai apakah URL pada diskusi diberi tag nofollow atau tidak.

Tehnik Implementasi Penyebaran Backlink di Blog


Setelah kita mengetahui acuan dasar berkomentar dan tempat dimana kita sebaiknya berkomentar, sekarang saatnya kita pelajari tehnik implementasinya.



  1. Gunakan kata kunci yang ditarget pada kolom Nama / Name dan situs atau halaman situs yang ingin diperbanyak backlinknya pada kolom URL.

  2. Jika Anda berkomentar lebih dari satu kali di artikel yang sama, manfaatkan untuk mencari backlink bagi situs atau halaman situs Anda yang lain.

  3. Jika Anda memiliki situs atau artikel yang berhubungan dengan topik artikel di blog tersebut, referensikan situs atau halaman artikel Anda. Tidak harus menyertakan URL-nya di bagian komentar, dengan mengikuti poin pertama di atas saja sudah cukup kok. Anda tinggal menambahkan kata-kata yang mengarahkan pembaca untuk berkunjung ke situs Anda. Dengan demikian, selain mendapat backlink, Anda juga akan mendapat tambahan pengunjung. Tapi ingat sekali lagi, bedakan antara mempromosikan dan mereferensikan. Detilnya tidak perlu saya jelaskan kan? :)

  4. Jangan berkomentar terlalu singkat. "Pertamax" misalnya, hehehe. Bukan apa-apa, namun apabila perbandingan antara content halaman (termasuk artikel dan komentar) dengan jumlah outbound link kurang seimbang, maka halaman blog tersebut menjadi tidak berkualitas di mata search engine. Dan apabila halaman blognya tidak berkualitas, kualitas backlink dari halaman tersebut pun turut turun pamor. Rugi sendiri kan jadinya?




Sebagai penutup, ini lanjutan dari kartun di atas :)


Free Image Hosting At ImageCows.Net


PS:

(1) Gambar diambil dari SeeMikeDraw.Wordpress.Com

(2) Bagi yang baca artikel ini via RSS / newsletter, silahkan berkunjung ke blog untuk melihat versi lengkap kartunnya.



Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 27 February 2008. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.

Direct Advertising menurut Cosaranda

Direct Advertising - Bagian 1


Sejak menyediakan ruang iklan di blog ini pada pertengahan bulan Agustus 2007 lalu, entah sudah berapa banyak transaksi yang berlangsung antara saya dengan pemasang iklan. Bukan karena jumlahnya yang tidak terhitung lagi, tapi karena memang saya tidak menghitung jumlahnya, hehehe. Yang jelas, dapat dikatakan bahwa tawaran direct advertising yang saya berikan mendapat sambutan yang cukup baik. Tidak hanya dari kalangan advertiser, namun pula dari kalangan blogger yang beberapa sudah mencoba untuk menggarap ladang penghasilan yang masih tergolong jarang disentuh ini. BayuMukti.Com dan DuniaAnda.Com adalah dua contoh blog yang lapak iklannya sudah mulai laris.



Konsep Direct Advertising Dalam Blog


Sederhana saja. Pada sistem Direct Advertising, pemasang iklan langsung berinteraksi dan berhubungan dengan Anda. Ini jelas berbeda dengan konsep iklan yang menggunakan jasa perantara seperti layanan PPC dan PTR. Keuntungannya jelas. Selain uang yang masuk menjadi seluruhnya milik Anda (minus 2.5% buat amal :) ), kendali sepenuhnya di tangan Anda. Yang utama tentu saja adalah aturan main.


Dalam blog, Direct Advertising dapat diimplementasikan dengan cara menyediakan ruang iklan di bagian-bagian tertentu blog Anda. Selanjutnya, siapa saja yang berminat untuk mempromosikan produk atau situs mereka, dapat langsung mengkontak Anda dan membayar sesuai dengan ketentuan yang Anda berikan. Asik kan?


Satu lagi, bagi blog personal, apalagi yang berbahasa Indonesia, justru Direct Advertising lah yang lebih cocok untuk dikembangkan. So, tidak perlu memaksakan menulis hal-hal yang tidak dikuasai, atau menghalalkan copy-paste hanya untuk sekedar memperoleh content berbahasa Inggris. Cukup tulis apa yang Anda suka, dan biarkan Direct Advertising yang bekerja.


Direct Advertising = Racun?


Sebagian blogger saat ini masih menganggap bahwa memasang iklan di blog akan merusak “nilai luhur” dari blog itu sendiri. Blogger yang tersentuh iklan biasanya langsung dianggap sebagai blogger yang komersil (baca: mata duitan) dan sekedar ngeblog hanya untuk mencari dolar tanpa mempedulikan pembaca blog mereka.


Pendapat ini jelas tidak tepat karena ada perbedaan yang mencolok antara blogger dalam kapasitas orang yang memang berniat untuk ngeblog, dengan blogger dalam artian orang yang menggunakan blog (sebagai media). Dan dalam kasus ini, saya me-refer kepada blogger pada lingkup pengertian yang pertama. Oleh karena itu, apabila ada seorang blogger yang tidak mau atau takut memasang iklan di blognya karena khawatir konsistensinya dalam ngeblog terganggu, justru kadar keimanan ngeblog dari blogger itu sendiri yang patut dipertanyakan.


Lihat Bayu Mukti. Bocah SMA pemilik blog BayuMukti.Com ini tetap saja membahas topik-topik yang ia sukai — termasuk pula topik-topik gokil — meskipun blognya kini telah menganut paham Direct Advertising. Pemasang iklan pun tidak mempermasalahkan hal tersebut karena saat memutuskan untuk beriklan tentunya mereka sudah mengetahui persis apa isi dari blog tersebut. Apabila dengan menggunakan konsep Direct Advertising, Bayu berhak untuk menetapkan sendiri ketentuan-ketentuan yang berlaku.


Saya sendiri juga tidak terpengaruh dengan adanya iklan-iklan yang kini marak bersliweran di blog ini. Saya tetap ngeblog di saat saya lagi mood, dan tetap ngeblog tentang topik yang saya ingin tulis. Termasuk postingan-postingan yang gak penting :)


Tool Pendukung Direct Advertising


Salah satu script backend terbaik untuk menangani proses Direct Advertising di situs atau blog Anda adalah OpenX (dulunya OpenAds). Selain gratis, script ini juga mudah untuk dipelajari dan mendukung berbagai format iklan, termasuk iklan teks dan iklan gambar / banner.


Saya belum sempat upgrade ke OpenX, namun pada OpenAds, iklan animasi Flash tidak dapat berjalan dengan sempurna (tidak ter-load saat disimpan). Semoga pada OpenX bug ini sudah diperbaiki, gak seru kan kalau gak bisa nampilin banner Flash, hehehe.

Selain OpenX, ada pula RevSense. Meskipun berbayar ($99), namun ia memiliki user interface yang lebih baik dan user friendly jika dibandingkan dengan OpenX. Yang paling TOPBGT, RevSense mendukung pula iklan berbasis contextual dimana iklan yang muncul akan disesuaikan dengan content halaman yang bersangkutan.


RevSense masuk dalam kandidat produk yang akan dibeli di CosaAranda.Biz untuk bulan Maret 2008. Sayangnya, karena kurang dukungan, ia tidak masuk dalam daftar produk yang dibeli di bulan ini. Semoga bulan depan ia bisa sukses terbeli. Kalau mau ikutan mendukung, daftar CosaAranda.Biz dong, hehehe.



Bagian kedua akan membahas mengenai tips untuk memaksimalkan penghasilan Direct Advertising Anda. Tunggu jadwal edarnya :)



Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 3 March 2008. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.